Polsek Sabah Basmi Sindikat Judi Ilegal di Penampang

Sabah Police Bust Illegal Gambling Syndicate in Penampang

Polsek Sabah Basmi Sindikat Judi Ilegal di PenampangPasca penggerebekan sindikat judi ilegal yang beroperasi dari pusat perbelanjaan di Penampang, polisi Sabah mengamankan 39 orang. Kemarin, petugas kepolisian menggerebek lantai tujuh pusat perbelanjaan di Jalan Pintas pada pukul 12.15 WIB setelah mendapat laporan anonim. Selama operasi yang dikenal sebagai “Op Dadu”, sebuah tim dari kepolisian negara bagian yang memerangi perjudian dan perkumpulan rahasia menggerebek outlet dan menangkap sindikat perjudian ilegal, yang kabarnya menargetkan orang-orang dari berbagai negara.

Sindikat tersebut diduga menggunakan tiga ruangan di lantai tersebut sebagai name middle mereka. Komisaris Polisi Sabah Datuk Jauteh Dikun menjelaskan, 39 orang ditangkap setelah penggerebekan itu. Ia menambahkan, dari pelaku yang ditangkap, 20 orang adalah perempuan, serta warga negara China dan Indonesia. Selama konferensi pers di markas polisi Kudat di Sabah utara pada hari Rabu, Dikun menjelaskan bahwa orang yang ditangkap, berusia antara 20 dan 40 tahun, diduga bekerja untuk sindikat tersebut, mempromosikan layanan judi on-line.

Komisaris mengatakan bahwa para tahanan disewa oleh sindikat perjudian ilegal, yang membayar mereka RM 1.500 per orang melalui rekening financial institution mereka. Dia mengatakan, dari hasil investigasi terungkap bahwa sindikat tersebut telah beroperasi selama lebih dari enam bulan.

Mereka yang Terlibat dalam Sindikat Perjudian yang Rusak Menemukan Iklan Pekerjaan di Media Sosial

Komisaris Jauteh mengatakan kepada wartawan bahwa tim penggerebek menyita peralatan yang digunakan sindikat untuk menjalankan operasi perjudiannya, termasuk 38 PC dan laptop computer, 74 monitor, dan 22 ponsel. Dia menambahkan, jaringan judi ilegal tersebut diduga menyewa tempat tersebut dan menggunakannya sebagai name middle. Setelah menginterogasi orang-orang yang ditangkap, menjadi jelas bahwa mereka menemukan iklan pekerjaan di media sosial. Perusahaan merekrut orang untuk bekerja sebagai perwakilan dukungan pelanggan.

SuperCasinoSites baru-baru ini melaporkan bahwa Filipina menyarankan penduduk setempat dan orang asing untuk waspada terhadap peluang kerja terkait sport lepas pantai yang mencurigakan yang ditawarkan dalam aplikasi kencan dan perpesanan atau aplikasi sosial. Dalam pesan peringatan, regulator perjudian negara itu menjelaskan bahwa perusahaan sport lepas pantai yang tidak resmi memikat pencari kerja dengan menjanjikan mereka gaji tinggi dan kondisi kerja yang baik.

Kasus ini sedang ditinjau berdasarkan Bagian 4(1)(g) dari Widespread Gaming Home Act tahun 1953, yang menyatakan bahwa rumah judi umum, judi publik, dan lotere publik adalah ilegal. Komisaris Jauteh menegaskan bahwa polisi negara bagian akan melakukan segala daya untuk memberantas aktivitas perjudian ilegal. Dia menambahkan bahwa polisi akan fokus pada pemberantasan perjudian ilegal dengan memperkuat kerja dan operasi intelijennya.

Pada November 2018, mantan Wakil Kapolri Supt Haris Ibrahim mengatakan bahwa jumlah kasus perjudian ilegal telah menurun secara signifikan karena tindakan keras terus-menerus terhadap kegiatan tersebut. Kasus terakhir yang lebih signifikan adalah dari Februari 2021, ketika polisi menangkap 15 tersangka perjudian dan memutus aliran listrik ke 15 tempat di Penampang dan Putatan, yang diduga melakukan kegiatan perjudian ilegal.

Author: Willie Williams